Sabtu, 12 November 2011

Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Asia

       Perkembangan agama Hindu-Buddha yang pesat terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya berbagi peninggalan sejarah yang bercorak Hindu-Buddha di berbagai daerah di Indonesia, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Candi Borobudur merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha dan Candi Prambanan merupakan peninggalan sejarh bercorak Hindu.
      Perkembangan agama Hindu dan Buddha yang pesat ini terjadi karena letak wilayah Indonesia yang sangat strategis. Indonesia terletak apada persilangan jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia seperti jalur perdagangan India dan Cina. Letak strategis itu menyebabkan pengaruh budaya asing dapat masuk ke Indonesia, seperti kebudayaan Hindu-Buddha.





A. Perkembangan Agama dan Kepercayaan Hindu-Buddha
     Berikutakan kita pelajari perihal kelahiran dan perkembangan agama Hindu-Buddha.

- Lahirnya Agama Hindu
         Agama dan kebudayaan Hindu lahir pertama kali di India sekitar tahun 1500 SM. Agama dan kebudayan Hindu ini mengalami pertumbuhan pada zaman Weda. Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan Arya dengan kebudayaan bangsa asli India (Dravida). Hasil perpecahan itulah yang disebut agama Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di Lembah Sungai Gangga yang disebut Aryakarta (negeri orang Arya) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu). Dari India, agama Hindu menyebar ke seluruh dunia dan banyak mempengaruhi kebudayaan-kebudayaan di Dunia, termasuk Indonesia.
         Menurut pendapat para ahli sejarah,  berdasarkan temuan berbagai peninggalan sejarah, diyakini bahwa bekas Kota Mahenjo- Daro(Lurkana) dan Harappa (Punjab) di lembah Sungai Indus merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya agama Hindu.
          Agama Hindu tumbuh bersama dengan kedatangan bangsa Arya (Indo-Jerman) ke India kira-kira tahun 1500 SM> Mereka datang melewati Celah Kaiber. Celah tersebut terletaj di pegunungan Hindu Kush, sebelah barat laut India. Itulah sebabnya celah Kaiber terkenal dengan sebutan "Pintu Gerbang India" Kemudian, bangsa Arya mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut.
          Akhirnya bangsa Arya berhasil menempati daerah Celah Kaiber yang sangat subur. Bangsa Dravida mendiami Daratan Tinggi Decan (India Selatan). Bangsa Munda mendiami daerah-daerah pegunngan.
          Pemeluk agama Hindia menenal tiga dewa tertinggi yang disebut Trimurti. Trimurti itu meliputi Brahmana (dewa pencipta), Wisnu (Dewa Pelindung), dan Syiwa (dewa perusak/ tertinggi). Dewa-Dewi lainnya antara lain Saraswati (pengetahuan dan seni), Lakshmi (dewi keberuntungan), dan Ganesha (dewa pengetahuan dan penolong).
          Agama Hindu telah mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta tertentu, yaitu Brahmana, terdiri dari golongan pendeta, bertugas mengurus soal kehidupa keagamaan; Kesatria, terdiri dari golongan bangsawan dan prajurit, berkewajiban menjalankan pemerintah termasuk mempertahankan negara; Waisya, bertugas untuk berdagang, bertani, dan berternak; Sudra, bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti perbudakan, pelayan, pengrajin, dan pertukangan.
          Kedudukan kasta tersebut berbeda-beda tingkatannya. Kasta Brahmana paling tinggi tingkatnya. Kasta Kesatria menduduki tingkatan kedua. Selanjutnya, kasta Waisya dan Sudra. Jadi, kasta Sudra adalah kasta yang paling rendah tingkatannya.
          Kasta Brahmana, Kesatria, dan Waisya terdiri dari orang-orang Arya. Kasta Sudra terdiri dai orang-orang Dravida. Selain keempat kasta di atas, ada lagi kasta Paria/Candala atau Panchama. Panchama berarti "kaum terbuang". Kasta ini dipandan hina karena terdiri atas kalangan yang melakukan pekerjaan kotor. Mereka dianggap sebagai orang jahat dan tidk boleh disentuh oleh para Brahmana.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar