Minggu, 23 Oktober 2011

PERUNDINGAN INDONESIA BELANDA

PERUNDINGAN INDONESIA DENGAN BELANDA

Setelah kemerdekaan, konflik Indonesia dengan Belanda masih terjadi. Hal ini ditandai dengan berbagai insiden yang terjadi di pusat maupun di daerah. Untuk meredakan konflik tersebut ditmpuh beberapa perundingan perdamaian, di antranya : Upacra pendatanganan Naskah Persetujuan Linggarjati di Istana Rijswik, Jakarta (sekarang Istana Merdeka) pada tanggal 25 Maret 1947.



PERUNDINGAN LINGGARJATI

Perundingan linggarjati diadakan di Linggarjati, November 1946 dan disahkan pada tanggal 25 Maret 1947. Isi perundingan Linggarjati terdiri atas 17 pasal, di antaranya adalah :
1. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat (RIS).
2. Negara Indonesia Serikat terdiri atas Republik Indonesia, Kalimantan, dan Indonesi bagian timur.
3. Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda.

PERUNDINGAN RENVILLE

Pada tangga 17 Januari 1948, hasil perundingan Renville disepakati dan ditandatangani. Pendatanganan perjanjian Renville dilakukan diatas kapal perang "USS Renville" pada tanggal 17 Januari 1948. Deglarasi Indonesia dipimpin oleh Amir Syarifudin. Sedangkan, deglarasi dari Belanda dipimpin oleh Abdulkadir Wijoyoatmojo. Hasil perundingan Renville, diantaranya:
  1. Penghentian tembak-menembak.
  2. Belanda bebeas mendirikan negara-negara federal di daerah-daerah yang didudukinya.
  3. Dalam uni Indonesia-Belanda, Negara Indonesia Serikat akan sederajat dengan Kerajaan Belanda.

PERUNDINGAN ROEM ROYEN

Perundingan Roem Royen dilaksanakan pada tanggal 14 April 1949 di Hotrl Des Indes, Jakarta. Moh. Roem sebagai delegasi Indonesia dan delegasi Belanda dipimpin oleh Dr. Van Royem. Isi pokok persetujuan Roem Royen sebagai berikut.
  1. Indonesia bersedia menghentikan perang gerilya.
  2. Indonesia bersedia mengadakan kerja sama untuk mengmbalikan perdamaian dan menjaga ketertiban serta keamanan.
  3. Belanda menyetujui kembalinya pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta.
  4. Indonesia dan Belanda bersedia untuk segera menadakan konferensi Meja Bundar (KMB).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar